Jumat, 24 Desember 2021

Penerapan Accurate untuk perusahaan Kontraktor

ACCURATE Deluxe Edition – Software Akuntansi Perusahaan Kontraktor

Penjelasan mengenai ACCURATE Deluxe Edition – Software Akuntansi Perusahaan Kontraktor

Perusahaan Kontraktor adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Meskipun istilah kontraktor sering disebut sebagai konstruksi dan lebih tepat untuk struktur dan bangunan, Namun tidak selamanya perusahaan kontraktor adalah perusahaan yang mengerjakan bangunan. Perusahaan kontraktor bekerja berdasarkan kontrak kerja dan proyek (By Project)

Beberapa jenis perusahaan yang bisa dikategorikan sebagai kontraktor antara lain

  1. Arsitektur,
  2. Elektrikal,
  3. Mekanikal,
  4. Pekerjaan Terintegrasi,
  5. Sipil,
  6. Tata Lingkungan
  7. Desain
  8. Dan lain sebagainya.

Jika Perusahaan Anda memerlukan

  • RAB (Rancangan Anggaran Biaya) per Proyek
  • Menyusun Budget Material dan Upah pekerja
  • Menyusun Schedule atau Termin penagihan per progress ke customer
  • Sampai kontrol per proyek
  • Melakukan Pembelian Material per proyek
  • Menghitung PPH 23
  • Dan lain sebagainya

Serta Anda Memerlukan Laporan

  • Budget per proyek
  • Laporan Laba/Rugi per Proyek
  • Dan laporan keuangan Lengkap

Sangat cocok jika Anda menggunakan ACCURATE Versi Deluxe Edition

Ibu Kota Jakarta tentu saja menjadi pusat pembangunan yang begitu padat, mengetahui begitu banyaknya perusahaan yang bergerak pada bidang kontraktor kini ACCURATE ACCOUNTING SOFTWARE menghadirkan Accurate versi 5 Deluxe dilengkapi “Modul Project” yang sangat membantu untuk mengitung Budget, RAB & Actual Cost, berikut Fitur-fitur Project yang terdiri dari :

  1. Labour CosT

–>Labour Cost Adjustment

  1. Material

–>Material Budget & Price Adjustment

  1. Work Price Analysis
  2. Project
  3. Material In Used
  4. Project Survey
  5. Expense Payment
  6. Project Bill
  7. Project Ending

Banyak perusahaan Kontractor yang ingin melihat nilai yang dianggarkan (Budget) dengan nilai yang keluar (Actual Cost)

Di Software Accurate anda dapat melihat laporan tersebut, karena di Software Accurate telah tersedia laporan perbandingan antara Budget dengan Actual Cost

Perusahaan Kontraktor, sebagaimana yang telah kita ketahui adalah Perusahaan yang bergerak di bidang jasa.
Ada beberapa hal yang akan dikupas mengenai Sistem Administrasi Perusahaan Kontraktor yang nantinya akan kita kaitkan sistem implementasinya dengan Software Accurate Accounting.
1. Sistem Penjualan Kontraktor.
2. Sistem Pengakuan Pendapatan Kontraktor.
3. Sistem Perpajakan Kontraktor.
4. Sistem Laporan Keuangan Perusahaan Kontraktor.

Pada Posting ini, Konsultan akan menjelaskan point 1 dari 4 point diatas, ketiga point akan dibahas di Posting berikutnya. Pastikan Anda terus mengikutinya.
1. Sistem Penjualan Kontraktor.

Perusahaan Kontraktor dilihat dari sudut pandang Sistem Penjualan secara umum dapat dibagi 2 Jenis :
1. Perusahaan Kontraktor yang menawarkan jasa 100% dan penagihannya dalam bentuk jasa yang telah dilaksanakan.
Secara Administrasi, Perusahaan Kontraktor tetap melakukan pembelian material konstruksi seperti umumnya perusahaan lain. namun yang berbeda adalah dari sisi pengeluaran material.
Perusahaan Distribusi umumnya melakukan pengeluaran material disertai dengan Surat jalan dan Faktur Penjualan, namun berbeda dengan Perusahaan Kontraktor yang menggunakan Form Penggunaan Material Konstruksi berkaitan dengan Proyek yang ditangani.
Fitur di Program Accurate Accounting :
Program Accurate menyediakan fitur Job Costing sehingga perusahaan dapat mencatat pemakaian bahan material konstruksi di modul Job Costing.
Posisi Job Costing di Program Accurate ( Modul Persediaan -> Job costing / Pembiayaan Pesanan ).

Program Accurate menyediakan fitur Project sehingga pemakaian bahan material konstruksi maupun pendapatan konstruksi dapat tercatat sesuai dengan Nama Project yang sedang ditangani, Dengan Adanya Fitur Project di Program Accurate sebenarnya sangat membantu divisi accounting di Perusahaan Kontraktor tersebut karena dengan adanya fitur ini, divisi accounting tidak perlu lagi membuat data akun baru untuk setiap proyek.

2. Perusahaan Kontraktor yang menawarkan jasa 100% namun penagihannya dalam bentuk material yang terpakai untuk jasa tersebut dan Jasa yang terpisah.

Secara Administrasi sebenarnya Perusahaan Kontraktor tipe ini tidak jauh berbeda dengan perusahaan distributor, sebab Pengeluaran material kontruksinya juga disertai dengan surat jalan dan faktur penjualan. namun yang membedakannya adalah didalam faktur penjualan tersebut terdapat 2 unsur produk, yaitu produk jasa dan produk barang.
Pada umumnya perusahaan kontraktor tipe 2 ini melayani kontrak jangka pendek. sehingga dalam satu proyek hanya menerbitkan 1 x faktur penjualan.

Sistem Kerja Program Accurate :
Membuat Master barang dengan tipe jasa di Program Accurate Accounting :
Modul Persediaan -> Barang dan Jasa -> Create Item -> Type Inventory -> Service
Master Account -> Pendapatan Jasa Proyek *Tipe akun= Pendapatan.
Membuat Transaksi Penjualan di program Accurate Accounting.
Modul Penjualan -> Faktur Penjualan -> Masukkan nama customer, proyek, tanggal faktur dan barang dan jasa yang ditagih.
Maka Jurnal otomatis yang akan dihasilkan Program Acccurate setelah membuat faktur penjualan.* dengan asumsi tanpa PPh 23
Piutang Proyek (DR )
Pendapatan Jasa Proyek ( CR )
Penjualan Material Proyek (CR)
Harga Pokok Penjualan Material Proyek (DR)
Persediaan Material Proyek (CR).


2. Sistem Perpajakan untuk Perusahaan Kontraktor

Perusahaan Kontraktor pada umumnya menjual produk untuk 2 jenis ini yaitu : jasa dan barang. Jika barang, umumnya berkaitan dengan material yang digunakan berkaitan dengan proyek.

Secara Administrasi, Perusahaan Kontraktor berkemungkinan mengabungkan tagihan untuk barang yang dijual dan jasa yang ditagih kepada customernya. Sehingga terjadi perhitungan PPN dan PPh 23 sekaligus.

Secara Operasional , Perusahaan Kontraktor umumnya dikenakan 2 jenis Pajak, yaitu PPN dan PPh 23.

Berikut penjelasan singkatnya :

1. PPN ( Pajak Pertambahan Nilai ) / VAT ( Value Added Tax ).

PPN merupakan beban pajak yang dikenakan untuk setiap barang kena pajak (BKP ) maupun jasa kena pajak (JKP) yang akan ditanggung oleh pengguna terakhir barang maupun jasa tersebut.

Perhitungan PPN pada umumnya yang kita ketahui di Indonesia adalah 10% dari harga barang maupun jasa yang dibeli.

PPN dapat dihitung secara excludemaupun included.

1. Perhitungan PPN secara Exclude

yang dimaksudkan exclude adalah perhitungan PPN diluar nilai barang. Sebagai contoh : jika nilai barang adalah Rp 100.000,- ,maka PPN nya adalah Rp 10.000,- sehingga yang perlu dibayar adalah Rp 110.000,-

Pendapatan yang diakui perusahaan adalah Rp 100.000,- dan Nilai PPN sebesar Rp 10.000,- tidak boleh diakui pendapatan karena Perusahaan yang menerima Pelunasan PPN diwajibkan menyetor kembali kepada Pemeritntah melalui perhitungan Rekonsiliasi PPN.

2. Perhitungan PPN secara Included.

Yang dimaksudkan included adalah perhitungan PPN yang nilai PPN nya sudah termasuk nilai barang ataupun jasa tersebut. Sebagai contoh : jika nilai barang adalah Rp 100.000, maka PPN includednya adalah Rp 9.090,-( cara perhitungan : Rp 100.000 – (Rp 100.000/1,1 )) , nilai tersebut sudah terhitung didalam nilai barang Rp 100.000,- sehingga yang perlu dibayar adalah Rp 100.000,-

Berbeda dengan Perhitungan PPN Exlude, Pendapatan yang diakui perusahaan adalah Rp 90.910,-

2. PPh 23 ( Pajak Penghasilan 23 ).

PPh 23 merupakan tarif pajak yang dikenakan untuk setiap jasa kena pajak (JKP ). PPh 23 secara perhitungan berbeda dengan PPN. PPh 23 sifatnya mengurangi atau memotong sedangkan PPN sifatnya menambah.

Sebagai contoh :

Sebuah perusahaan kontraktor PT.ABCD menagih jasa konstruksi tahap I kepada PT.XYZ sebesar Rp 100.000.000,- maka perhitungan PPN dan PPh 23 adalah sbb :

Nilai Jasa : Rp 100.000.000,-

Nilai PPN : Rp 10.000.000,-

Nilai PPh 23 : (Rp 2.000.000,-)

Maka Nilai Jasa yang ditagih adalah sebesar Rp 108.000.000,-

Bagi PT.ABCD, PPh 23 merupakan uang muka pajak sedangkan bagi PT.XYZ, PPh 23 merupakan hutang pajak PPh 23.

Bagaimana cara kerjanya di Program Accurate Accounting Software ?

Ikuti tahap – tahap berikut ini :

1. Create akun hutang PPh 23 di program Accurate Accounting Software.

Caranya : Module buku besar à Chart of Account à New à masukkan kode akun àTipe akun : hutang lancar lainnya à Nama akun : Hutang PPh 23.

Create akun uang muka PPh 23 di program accurate accounting software.

Caranya : Module buku besar à Chart of Account à New à masukkan kode akun àTipe akun : aktiva lancar lainnya à Nama akun : Uang Muka PPh 23.

2. Create kode pajak baru di program Accurate Accounting Software.

Caranya : Daftar bag atas à Daftar lain à Kode pajak à New à Nama : PPh 23, % : -2 ( Asumsi 2% tarif PPh 23 ), Kode : J (alternative choice), akun pajak penjualan : Masukkan akun uang muka PPh 23, akun pajak pembelian : Masukkan akun hutang PPh 23. à ok

3. Di Master customer dan barang ( non inventory part atau service ) masukkan kode : J (PPh 23 ) di Pajak 2.

4. Saat membuat faktur penjualan, pastikan kode pajak “J” muncul pada jasa yang ditagih.


3. Sistem Pengakuan Pendapatan Kontraktor.

Pengakuan pendapatan kontraktor sangat berbeda dengan pengakuan pendapatan perusahaan yang umumnya seperti trading.

Jika penerapan akuntansi trading diterapkan di perusahaan kontraktor, maka akan terjadi ketidakseimbangan pengakuan biaya dan pendapatan pada periode yang sama. Didalam perusahaan kontraktor sering terjadi biaya yang dikeluarkan terjadi terlebih dahulu dan disusul dengan penagihan proyek tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan perlakuan khusus untuk akuntansi bagi perusahaan kontraktor.

Ada 2 metode pengakuan pendapatan yang dapat diaplikasikan untuk perusahaan kontraktor.

  1. Metode Persentase Penyelesaian ( Percentage of Completion Method ).
  2. Metode Kontrak Selesai ( Completed – Contract Method ).

  1. Metode Persentase Penyelesaian.

Menurut IAI,2004.p.34.7) : “ Pengakuan pedapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian suatu kontrak sering disebut sebagai metode persentase penyelesaian ( percentage of completion)”. Menurut metode ini, pendapatan kontrak dihubungkan dengan biaya kontrak yang terjadi dalam mencapai tahap penyelesaian tersebut, sehingga pendapatan, beban dan laba yang dilaporkan dapat didistribusikan menurut penyelesaian pekerjaan secara proporsional.

Dalam hal ini, konsultan akan membuat contoh kasus :

PT.XYZ adalah sebuah perusahaan kontraktor, PT.XYZ menerima kontrak bulan awal Januari 2011 sebesar Rp 500.000.000,- yang akan diselesaikan selama 3 bulan. Penagihan yang disepakati adalah bulan I 20% (Rp 100.000.000,-), bulan II 40%,(Rp 200.000.000,-) bulan III 40% (Rp 200.000.000,-). Adapun rincian biaya proyek yang terjadi : bulan I : Rp 50.000.000,- , bulan II : Rp 75.000.000,-, bulan III : Rp 100.000.000,-

Dalam Proyek ini, PT.XYZ mengestimasikan biaya proyek tersebut sebesar Rp 250.000.000,-

Tugas : Buatlah Jurnal transaksi per bulan dan laporan laba rugi untuk bulan Januari 2011

Jurnal ketika menerima kontrak : No Entry

Jurnal Biaya proyek bulan Januari 2011

DR Contract In Progress ( tipe akun: Cost of Good Sold ) Rp 50.000.000,-

CR Kas/Bank/Hutang (tipe akun : Cash/Bank, Hutang) Rp 50.000.000,-

Jurnal Penagihan ke Customer

DR Piutang Proyek ( tipe akun : Akun Piutang ). Rp 100.000.000,-

CR Pendapatan Proyek ( tipe akun : Akun Pendapatan). Rp 100.000.000,-

Pada saat akhir bulan, gunakanlah formula cost to cost basic

% Biaya alokasi proyek = Biaya Proyek yang terjadi / Estimasi Biaya Proyek.

Dalam kasus ini, maka % Biaya alokasi proyek untuk bulan Januari 2011 adalah:

(Rp 50.000.000,-/ Rp 250.000.000,-) x 100% = 20%

Setelah mendapatkan % alokasi biaya proyek, maka gunakan persentase ini untuk menentukan pendapatan proyek bulan Januari 2011

Berikut formulanya :

Pendapatan Proyek = % Biaya alokasi Proyek x Nilai Kontrak keseluruhan.

Dalam kasus ini, maka pendapatannya adalah sbb :

20% x Rp 500.000.000,- = Rp 100.000.000,-

Maka Diperoleh Laba Rugi Proyek bulan Januari 2011

Pendapatan Proyek .......Rp 100.000.000,-

HPP Proyek................( Rp 50.000.000,-)

Laba Kotor Proyek.......Rp 50.000.000,-

Konsultan telah menyajikan kasus tersebut secara teoritis akuntansi. Dengan kasus yang sama, konsultan akan membagi tips pengaplikasiannya dalam program accurate.

Sebagai informasi, Program Accurate versi 3 Deluxe Edition menyediakan fitur proyek dan departemen. Konsultan selama ini banyak menemukan permasalahan penggandaan chart of account untuk setiap penambahan proyek baru di perusahaan kontraktor sehingga Jumlah chart of account menjadi begitu banyak didalam perusahaan tersebut. Dengan fitur proyek yang telah disediakan program accurate, perusahaan kontraktor tidak perlu lagi melakukan penggandaan chart of account untuk setiap proyek karena dengan fitur ini, program accurate dapat secara otomatis membagi satu akun untuk setiap proyek yang berbeda.

Back To Case, Konsultan akan menerangkan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk pengaplikasian kasus diatas.

Tahap I : Buatlah Chart of Account yang akan digunakan untuk transaksi tersebut di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Modul Buku Besar à Chart Of Account à New Account

Nama Akun yang perlu dicreate di Program Accurate :

1. Akun Contract In Progress ( tipe akun : Cost Of Good Sold).

2. Akun Pendapatan Proyek ( tipe akun : Akun Pendapatan ).

Tahap II : Buat Nama Proyek Baru di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Modul List à Proyek à New Proyek :001

Untuk masa proyek : buatlah selesai proyek 31 Maret 2011.

Tahap III : Buat akun Non Inventory di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Modul Inventory à Barang dan Jasa à Item Baru à Jenis Inventory ( Non Inventory Part ) à Kode barang : 001à Nama Non Inventory à Jasa Konstruksi à Akun – Akun à Masukkan Akun Pendapatan Proyek ke semua pilihan à OK

Tahap IV : Input Transaksi di Program Accurate.

Adapun Transaksi yang perlu diinput di Program Accurate :

1. Transaksi Kontrak Kesepakatan Kerja di Program Accurate.

Caranya di Program accurate : Modul Penjualan à Sales Order ( Pesanan Penjualan ) à Pilih Nama Customer nya à Item Code : 001à di Kolom Qty à 0,2 à Nilai Kontrak : Rp 500.000.000,-, ulangi dengan cara yang sama di kolom bawah barang namun kolom Qty à 0,4, idem dengan berikutnya sampai total nilai SO di program accurate : Rp 500.000.000,- à Simpan dan tutup.

2. Transaksi Pengeluaran Biaya di Program Accurate.

Caranya di program Accurate : Modul Kas/Bank à Pengeluaran lainnya à Pilih Akun Bank yang tersedia à Akun Biaya : Pilih akun biaya : Contract In Progress à Masukkan Nilainya : Rp 50.000.000,- à Proyek : 001 à Simpan dan tutup.

3. Transaksi Penagihan ke Customer di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Modul Penjualan à Sales Invoice ( Faktur Penjualan ). à Masukkan Nama Customer yang sama di Sales Order à Masukkan Tgl Invoice sama dengan tanggal penagihan à Di sebelah kanan à Klik Pilih Order à Centang No SO yang telah dibuat sebelumnya di program accurate.

Maka akan muncul tiga non inventory yang saling berurutan kebawah dengan total nilai Rp 500.000.000,- tetapi karena penagihan dibulan Januari hanya 20% maka untuk baris II dan III di klik kanan à Klik Hapus.

Maka yang akan tersisa di faktur penjualan program accurate adalah non inventory : Jasa Kontraktor dengan Qty : 0,2 dan Nilainya Rp 100.000.000,-

Tahap V : Mengeluarkan Laporan Laba Rugi Proyek di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Menu Bar Atas à Laporan à Laporan Proyek à Laporan Laba rugi Proyek à Filter à Pilih No Proyek : 001, Filter by date : dari tgl 01 Januari 2011 s/d 31 Januari 2011 à OK. Maka akan muncul laporan laba rugi proyek 01 di program accurate dan penyajiannya sama dengan perhitungan teoritis diatas.

Tags :

bm

BE IT SOLUTION

Seo BE IT Solution

Digital Solution for Growing World.

  • BE IT SOLUTION
  • Februari 24, 2012
  • 16710 Bogor, Jawa Barat
  • info@beitsolution.id
  • +6287776668179