CARA TERMUDAH MENGGABUNGKAN 2 ISP MENJADI 1 DI MIKROTIK

 Penggabungan 2 ISP ( Internet Service Provider ), dapat kita lakukan menggunakan mikrotik routerboard, yaitu dengan cara load balancing / load balance.

Semua tipe routerboard mikrotik dapat kita gunakan untuk melakukan load balance /  penggabungan 2 ISP yang berbeda menjadi 1.

Tapi saya sarankan, anda bisa menggunakan tipe mikrotik rb sesuai dengan kebutuhan pada jaringan anda.

Load balance sendiri merupakan pembagian beban traffic koneksi ke beberapa jalur ISP ( Minimal 2 ) dalam jaringan.

Metode load balance bisa kita andalkan juga untuk membuat backup ISP, agar jika terjadi trouble pada ISP utama, akan secara otomatis langsung dialihkan ke ISP Backup.

Ada banyak metode load balance yang bisa kita gunakan seperti pcc, ecmp, nth dan lain-lain. Tapi pada artikel ini saya akan membahasnya menggunakan metode pcc.

Metode ini sering digunakan oleh para network administrator, pada saat mereka memiliki lebih dari 1 jalur ISP, dan ingin menggabungkanya untuk ke client.

Routerboard yang sudah disetting load balance secara otomatis akan memilih jalur terbaik dari ke 2 ISP tersebut

Misalnya gini

ISP A memiliki jalur yang lebih bagus untuk terhubung ke youtube, dibandingkan dengan ISP B yang bagus pada jalur Facebook, kemudian client pada jaringan anda yang sudah anda berikan load balance, client tersebut ingin membuka youtube, maka secara otomatis mikrotik routerboard akan mengarahkan client tersebut ke jalur ISP A, dan begitu juga sebaliknya.

Untuk konfigurasinya tidak teralu sulit, ataupun ribet - ribet amat, silahkan simak penjalasan berikut ini.

Berikut cara setting load balance PCC untuk menggabungkan 2 ISP jadi 1 di Mikrotik

Saya akan menggunakan topologi seperti berikut ini

 

cara load balance pcc di mikrotik

Saya memiliki 2 ISP broadband, dari Modem ISP A saya hubungkan ke ether 1 mikrotik, dan ISP B pada ether 2 Mikrotik dengan Dhcp, dan Ether 5 untuk ke jaringan local saya ( ke PC saya ).

Pertama anda bisa siapkan 2 jalur koneksi yang anda miliki ( 2 ISP ), dan siapkan juga IP Address, dan gateway dari kedua ISP tersebut.

1. Tambahkan IP dari kedua ISP tersebut.

Untuk anda yang menggunakan internet broadband dengan IP dynamic

Caranya gampang, jika anda berlangganan ISP broadband, anda bisa langsung ikuti topologi saya, dan masuk ke winbox kemudian pilih IP – DHCP CLIENT – Klik add ( + ).

Pada interface silahkan pilih interface yang anda gunakan untuk memasukan sumber internet pertama, klik ok.

Jika sudah buat 1 dhcp client lagi dari ISP satunya lagi, caranya sama, hanya saja interfacenya yang anda sesuaikan dengan topologi anda.



Anda juga bisa menambahkan IP Tersebut pada menu IP – addres, tapi agak ribet sih gan, saya menggunakan cara yang simple aja ya hehehe.



2. Tambahkan DNS.

Masuk menu IP – DNS, silahkan masukan DNS yang ingin anda gunakan, tapi biasanya jika kita menggunakan dhcp client, akan otomatis sudah mendapatkan DNS juga.

Tapi anda juga bisa menambahkan DNS lagi, saya contohkan menggunakan DNS google 8.8.8.8, dan 8.8.4.4 .



3. Buat Firewall NAT.

Karna kita akan melakukan load balance, atau penggabungan 2 ISP menjadi 1, kita harus menambahkan 2 NAT untuk ke 2 ISP tersebut.

Klik IP – Firewall – NAT – Kemudian klik add ( + )

Pada chain silahkan pilih “ srcnat “,

Pada in interface silahkan pilih interface / ether 1 ( Dari ISP A ), kemudian silahkan ke tab “action”.

Anda bisa membuat 1 NAT lagi untuk  ISP B / ISP yang satunya lagi, caranya sama hanya saja pada in interface anda pilih interface / ether yang anda gunakan untuk memasukan ISP ke 2 yang anda miliki.

 


Kemudian anda bisa langsung pergi ke tab "action" kemudian pilih "masqurade".



4. Buat Mangle Mark Connection PCC

Anda bisa langsung menuju IP -  Firewall – Mangle, lalu klik Add ( + ).

Chain pilih “ prerouting “.

Pada in interface silahkan pilih interface yang mengarah ke jaringan local / pc anda, saya disini sesuai topologi di atas.

Pada connection mark silahkan pilih “ no mark “ , jika sudah anda bisa langsung menuju menu “ advanced “.



Pada peer connection classifer / pcc, silahkan pilih “ both address, and port “.

Kemudian ubah 1 / 0 menjadi 2 / 0, kemudian pergi ke tab “action”



Pada tab action silahkan pilih actionya “ mark connection “.

Kemudian pada new connection mark, bisa anda buat dengan ISP1_Con ( random ) kemudian klik ok.



Sekarang buat 1 mangle mark connection lagi untuk ISP B, caranya sama.

Klik add

Chain silahkan pilih “ prerouting ”

In interface pilih interface yang digunakan untuk ke jaringan local anda / pc anda.

New connection mark pilih “ no mark “.

Kemudian pergi ke tab advanced.



Pada peer connection classifer, pilih “ both address and port “.

1 / 0 ubah menjadi 2 / 1, lalu pergi ke tab action.



Pada action pilih “ mark connection “.

New connection mark silahkan isikan dengan ISP2 CON, klik ok.



5. Buat mangle Mark Routing

Setelah membuat mangle mark connection, sekarang kita tandai dengan menggunakan mark routing.

Klik add, kemudian pada chain pilih “ prerouting “.

Pada in interface pilih interface yang mengarah ke jaringan local anda / pc anda.

Connection mark silahkan pilih mark connection yang sudah kita buat sebelumnya di atas, pilih connection mark dari ISP A, jika sudah silahkan pergi ke tab Action.



Pada action pilih “ mark routing “.

New mark route silahkan isikan dengan ISPA Route, atau terserah sesuai keingingan anda, klik ok.



Buat 1 mark route lagi untuk ke ISP B.

Caranya sama, klik add,

chain pilih prerouting.

In interface pilih interface yang mengarah ke jaringan local anda, atau pc anda.

New connection mark, pilih connection mark dari ISP 2 CON yang sudah kita buat sebelumnya, lalu pergi ke tab action.



Pada action pilih mark routing.

New mark route, silahkan isikan dengan ISPB Route, atau terserah anda, klik ok.

 


Sekarang kita hubungkan mangle yang telah kita buat tadi ke interface ISP A, dan ISP B.

Klik add lagi, pada chain pilih “ prerouting “

In interface silahkan pilih interface dimana jalur ISP 1 itu berada, disini saya menggunakan Ether 1 sebagai jalur ISP 1 saya.

Setelah itu silahkan pada mark route, pilih mark routing yang telah kita buat sebelumnya untuk ISP 1. Jika sudah pergi ke tab action.



Pada action pilih mark connection.

Kemudian anda bisa pilih mark connection untuk ISP 1 CON  yang telah kita buat sebelumnya, lalu klik ok.



Sekarang tambahkan 1 mangle lagi untuk ISP B.

Klik add, chain pilih “ prerouting “.

In interface silahkan pilih interface yang anda gunakan untuk jalur ISP 2 ke mikrotik.

Routing mark silahkan piliih mark routing untuk ISP 2 yang telah kita buat sebelumnnya, lalu pergi ke tab action.



Pada action silahkan pilih mark connection.

New connection mark pilih mark connection untuk ISP B yang telah kita buat juga sebelumnya.



6. Buat Mangle untuk Output.

Kita perlu 2 mangle lagi yang akan dijadikan sebagai outputnya.

Klik add, kemudian chain pilih “ output “.

mark connection  "ISP 1 CON"

routing mark "routing isp1"

klik ok.




Oke kita buat 1 mangle output lagi untuk ISP 2.

 

Kita perlu 2 mangle lagi yang akan dijadikan sebagai outputnya.

Klik add, kemudian chain pilih “ output “.

mark connection  "ISP 2 CON"

routing mark "routing isp2"

klik ok.



7. Tambahkan Route gateway.

IP – Pilih Routes – klik add (+).

Pada gateway silahkan masukan gateway dari ISP 1, dan ISP 2.


Sekarang kita tambahkan lagi gateway dari ISP 1 Agar bisa terhubung dengan mangle yang sudah kita buat sebelumnya.
IP-ROUTES-ADD

Pada gateway bisa kalian masukan IP gateway dari ISP 1 yang kalian miliki.

Distance pilih  “ 1 “

Check gateway “ ping “

Routing mark pilih mark routing ISP 1 yang tadi kita buat pada menu firewall mangle, kemudian klik ok.



Tambahkan lagi 1 gateway dari ISP 2.

Caranya sama seperti cara sebelumnya.\

Klik add pada menu routes

Gateway silahkan masukan IP gateway dari ISP B.

Check gateway silahkan pilih “ ping “.

Distance “ 1 “.

Routing mark, silahkan pilih mark routing untuk ISP 2 yang tadi kita buat pada menu Firewall mangle, lalu klik ok.



Sekarang anda bisa melihat traffic interface 1, dan 2 jika keduanya berjalan, maka proses load balance tandanya sudah berhasil.

Bagaimana sob??

Untuk mengecek apa proses load balance berhasil, anda bisa masuk menu interface.

Kemudian anda bisa memperhatikan interface yang anda gunakan untuk ISP A, dan ISP B.

Anda bisa membuka youtube, atau lain-lain agar bisa melihat berjalan, atau tidak trafficnya.

Jika berjalan pada 2 interface tersebut sudah dapat dipastikan bahwa proses pembagian traffic antar kedua ISP tersebut telah berhasil dilakukan.

Share:
Kirim

Postingan Populer

Entri yang Diunggulkan

Cara install RENE 2 - Minimum Spesifikasi Hardware Rene2

  Spesifikasi Minimum Hardware Pendukung RENE2 : Spesifikasi Stand Alone Client Server Operating Sistem Windows 2000, XP, Vista, 2003, Win7,...

Web Archive